Mengenal Stok Pulsa Bank Supaya Tidak Salah Kaprah

stok-pulsa-bank

stok-pulsa-bank

Berkembangnya zaman membuat metode transaksi pembayaran pun semakin beragam serta membuat lebih cepat dan efisien. Salah satu transaksi yang menjadi alternatif adalah transaksi perbankan. Bahkan saat ini biaya administrasi untuk transaksi sudah semakin ringan. Hal inilah membuat pengisian stok pulsa bank lebih banyak dilakukan.

Seperti diketahui bahwa pulsa operator merupakan kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat. Tidak mengherankan jika banyak orang mulai membuka usaha satu ini untuk memenuhi permintaan masyarakat. Juga untuk mendapatkan keuntungan dan sebagai pekerjaan sampingan.

Fungsi Pulsa yang Harus Diketahui

Kebanyakan orang menilai pulsa sebagai alat beli kuota internet, bahkan sebelumnya dijadikan sebagai pengganti biaya SMS dan menelepon. Namun harus tahu beberapa manfaat lain dari pulsa ini, diantara sebagai berikut:

  • Hanya dengan nominal pulsa sebesar Rp 50.000 – 100.000 maka sudah bisa membuka bisnis penjualan pulsa. Memang benar jika bisnis ini terlihat kecil, tetapi menjadi salah satu bisnis yang banyak dibutuhkan orang.
  • Selain itu pulsa juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk bersedekah kepada teman atau kerabat yang membutuhkan.
  • Beberapa aplikasi dan e book yang ada di Google Playstore bisa dibeli dengan menggunakan pulsa. Selain itu di beberapa platform buku online pun juga mematok biaya pulsa per halaman atau bab-nya.
  • Sebagai biaya pulsa cadangan ketika waktu darurat. Jumlah sisa pulsa ini nantinya bisa ditabung.

3 Hal yang Perlu Diketahui Terkait Stok Pulsa Lewat Bank

Transaksi pulsa lewat bank bisa dikatakan masih cukup menjanjikan untuk para pelaku usaha pulsa. Namun ada hal yang perlu diketahui mengenai stok pulsa via bank supaya terhindar dari kesalahpahaman. Beberapa poin ini perlu diketahui dengan baik terlebih dahulu.

1. Bank Tidak Menjual Pulsa

Hal yang harus diketahui dengan baik adalah bahwa pihak bank tidak menjalankan sistem penjualan pulsa. Fungsi bank disini hanya untuk menangani sistem aluran uang. Seperti mengedarkan, meminjamkan, serta mengumpulkan uang. Bank tidak memiliki urusan sama sekali dengan penjualan stok pulsa.

Kemudian satu hal lagi yang harus diketahui bahwa pihak bank sama sekali tidak menanggapi adanya komplain dari pelanggan atau server yang membeli stok. Gangguan yang terjadi dalam transaksi seperti keterlambatan atau masalah jaringan dan lainnya dialihkan ke customer service operator.

Ini dikarenakan pihak bank hanya melakukan transaksi keuangan, pulsa yang dimaksud tentunya bukan ranah bank lagi. Melainkan merupakan ranah operator untuk menjelaskan kenapa ada gangguan tersebut.

2. Perusahaan Switching

Meskipun bank memang melayani pembelian pulsa, namun bank hanya mengadakan kerjasama dengan suatu perusahaan switching saja. Nantinya perusahaan akan menangani dan menjalankan infrastruktur yang dipakai oleh pihak bank dalam melayani transaksi pulsa. Perusahaan switching mengoperasikan mesin EDC yang berguna sebagai alat pembayaran via kartu kredit dan debit.

3. Persyaratan Kerja Sama

Perusahaan switching yang menjalankan tugas transaksi pulsa untuk pihak bank pun harus memenuhi kewajiban terlebih dahulu. Diantaranya sudah berbadan hukum PT, adanya NPWP atas nama perusahaan dan bukan perorangan, ada PKP (Pengusaha Kena Pajak). Kemudian juga harus melewati proses tandatangan Perjanjian Kerahasiaan (NDA) dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Demikianlah pembahasan mengenai stok pulsa bank yang perlu diketahui supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Bagi yang ingin membuka bisnis pulsa maka bisa memanfaatkan aplikasi Galeri Multi Payment. Aplikasi ini menyediakan beragam produk digital seperti pulsa & paket all operator, voucher game, pembayaran tagihan, dan masih banyak lainnya.

Download Aplikasi GMP Gratis. Raih Banyak Bonusnya
Butuh bantuan?